Kamis, 23 April 2015

RESENSI BUKU 
JUDUL RESENSI : KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF
Oleh : Syamsul Effendi


Identitas Buku
Judul Buku      : Kepemimpinan Yang Efektif
 Penulis            : Hadari Nawawi, M. Martini Hadari
ISBN               : 979-420-798-5
Penerbit           :  Gadjah Mada University Press
Cetakan           :  ke-6
Tahun Terbit    :  2012
Isi                    :  xii+ 233 halaman


Penulis : Prof. Dr. H Hadari Nawawi, Guru Besar Utama Universitas Terbuka lahir di Pemangkat Sambas Kalimantan Barat, 18 Januari 1942. Karirnya sebagai pendidikan dimulai semasa masih menjadi mahasiswa 1961-1965. Disamping mengajar Prof. Dr. H Hadari Nawawi juga pernah menjabat sebagai pembantu dekan Koordinator 1 IKIP Bandung banyak tanda jasa dan penghargaan yang telah diperoleh seperti Satya Lencanakarya Setia kelas 1 dari Presiden Republik Indonesia.

Synopsis : Kepemimpinan berlangsung dalam kehidupan manusia sehari-hari. Kepemimpinan sebagai suatu proses dapat berlangsung di dalam dan di luar suatu organisasi. Kepemimpinan yang efektif merupakan proses yang dinamis, karena berlangsung di lingkungan suatu organisasi sebagai sistem kerjasama sejumlah manusia untuk mencapai tujuan tertentu, yang bersifat dinamis pula. Kepemimpinan yang efektif merupakan proses yang bervariasi, karena dipengaruhi oleh kepribadian pemimpin dalam mewujudkan hubungan manusiawi dengan orang-orang yang dipimpinnya. Didalam proses seperti itu kepemimpinan akan berlangsung efektif, apabila fungsi-fungsi kepemimpinan diwujudkan sesuai dengan type kepemimpinan yang mampu memberikan peluang bagi orang yang dipimpin, untuk ikut berperan serta dalam menetapkan dan melaksanakan keputusan-keputusan. Dengan demikian berarti setiap kreativitas dan inisiatif dalam kepemimpinan yang efektif harus disalurkan dan dimanfaatkan. Kepemimpinan merupakan masalah manusia, karena yang memimpin dan yang dipimpin adalah manusia, yang memiliki berbagai keterbatasan. Keterbatasan tersebut tidak dapat dilampaui manusia, yang mengharuskan kepemimpinan dilaksanakan untuk menumbuhkan dan mengembangkan kepemimpinan yang dipimpin. Prosesnya dapat dimanifestasikan dalam kegiatan kaderisasi, yang dapat menjadi sarana untuk secara terus menerus meningkatkan kualitas kepemimpinan, karena kepemimpinan tidak dapat dilaksanakan sekedar sebagai kegiatan rutin.

Kepemimpinan yang efektif seperti tersebut di atas, hanya terwujud jika mampu menghormati hak-hak asasi manusia, meskipun akan selalu menghadapkan kepemimpinan pada berbagai konflik. Untuk itu kepemimpinan yang efektif harus mampu menyelesaikan setiap konflik, sebagai bagian dari prosesnya yang dinamis.

Ikhtisar : Memang tidak mudah menjadi seorang pemimpin yang baik, tengoklah ada pemimpin yang memiliki legitiminasi, tetapi dia memposisikan dirinyan sebagai minoritas yang powerless, ada bahkan pemimpin resmi yang menempatkan dirinya sebagai oposisi dan melakukan perlawanan dari jauh, ada bahkan pemimpin tidak peduli dengan orang-orang yang dipimpinya, sebaliknya dia malah berasik-asik mempertahankan kekuasaan.
RESENSI BUKU 
JUDUL RESENSI : BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
Oleh : Septiar Mibnul (Staff PBG Tuban)

IDENTITAS BUKU
Judul Buku      : Belajar dan Pembelajaran
Penulis             : Dr. Dimyati dan Drs.Mudjiono
Penerbit           : Rineka Cipta
Cetakan           : 5,  2013
Tebal               : ix, 298 Halaman. ; 20,5 cm
ISBN                : 978-979-518-823-0


ULASAN BUKU

Buku Belajar dan Pembelajaran yang diterbitkan dengan kerjasama antara Departemen Pendidikan & Kebudayaan dengan Penerbit Rineka Cipta ini bertujuan untuk meningkatkan mutu lulusan pendidikan tenaga kependidikan dengan memberikan dasar, arah, dan titik tolak kegiatan perkuliahan sehingga perkuliahan dapat dilakukan lebih terprogram.

Belajar merupakan hal yang kompleks. Kompleksitas belajar tersebut dapat dipandang dari dua subyek, siswa dan guru. Dari segi siswa, belajar dialami sebagai suatu proses, yakni proses mental dalam menghadapi bahan belajar yang berupa keadaan, hewan, tumbuhan, manusia, dan bahan yang telah terhimpun dalam buku pelajaran. Dari segi guru proses belajar tampak sebagai perilaku belajar tentang sesuatu hal. Belajar merupakan proses internal yang kompleks, melibatkan ranah-ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Seyogianya guru dapat mengatur acara pembelajaran yang sesuai fase-fase belajar dan hasil belajar yang dikehendaki.

Buku ini memuat hal yang harus diketahui dan diperhatikan oleh pendidik dalam menyusun acara pembelajaran. Di antaranya prinsip belajar dan asas pembelajaran, motivasi belajar, pendekatan CBSA dan keterampilan proses, masalah-masalah belajar, serta pengembangan kurikulum.

Bermanfaat bagi para pendidik, calon pendidik, dan praktisi pendidikan.

Buku ini terdiri dari 8 bab yang setiap babnya terdapat subbab- subbab didalamnya. Bab pertama berjudul Hakikat Belajar dan Pembelajaran yang terdiri dari 3 sub bahasan. Bab satu membahas tentang hakikat belajar dan pembelajaran itu sendiri; ciri-ciri umum belajar dan pembelajaran; langkah-lagkah pembelajaran; tujuan pembelajaran dan belajar; unsur-unsur dinamis dalam belajar dan pembelajaran. Bab ini merupakan bab pengantar untuk bab-bab selanjutnya. Sehingga terdapat keterkaitan antara bab ini dengan yang lainnya.

            Bab dua yang berjudul Prinsip-prinsip Belajar dan Asas Pembelajaran inti bahasannya adalah tentang teori-teori dan prinsip-prisip belajar. Di antara prinsip-prinsip belajar yang penting adalah perhatian dan motivasi belajar siswa, keaktifan belajar, keterlibatan dalam belajar, pengulangan belajar, tantangan semangat belajar, pemberian balikan dan penguatan belajar, serta adanya perbedaan dalam perilaku belajar. Prinsip-prinsip belajar tersebut bertujuan untuk meningkatkan usaha belajar siswa dan pembelajaran dari guru.

            Bab 3 yaitu Motivasi Belajar memeiliki keterkaitan yang erat dengan bab sebelumnya yang membahas tentang prinsip-prinsip belajar. Pokok bahsannya adalah jenis motivasi belajar bagi siswa, pentingnya motivasi dalam belajar, serta upaya peningkatan motivasi belajar siswa. Selain jenis motivasi juga dijelaskan tentang sifat motivasi belajar siswa. Sedangkan tujuannya adalah agar guru dapat bertindak taktis dan kreatif dalam mengelola motivasi belajar siswa, sehingga dapat mencapai hasil belajar yang optimal sebagai perwujudan program belajar sepanjang hayat.

            Bab selanjutnya tentang Pendekatan CBSA dan Pendekatan Keterampilan Proses dalam Pembelajaran. Pada bab ini ditekankan bahwa kegiatan belajar yang menjadikan guru sebagai pelaku utama adalah salah pengertian. Hal ini perlu di tinggalkan dan diperbaiki dengan adanya pendekatan CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif). Pendekatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan keterlibatan intelektual-emosional-fisik siswa dalam memperoleh pengetahuan, sikap, nilai dan keterampilan. Pembelajaran dengan CBSA dapat dilakukan guru dengan Pendekatan Keterampilan Proses (PKP). PKP sendiribersumber dari kemampuan-kemampuan dasar yang telah ada dalam diri siswa.

            Bab kelima yaitu Pendekatan Pembelajaran merupakan usaha untuk meningkatkan kemampuan-kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik siswa dalam pengolahan pesan sehingga tercapai sasaran belajar. Peran guru adalah sebagai penentu pendekatan yang akan digunakan yang sebaiknya sesuai dengan pendekatan CBSA, sehingga terjadi peningkatan kemampuan siswa.

            Bab enam yaitu Konsep Dasar Evaluasi Belajar dan Pembelajaran menjelaskan tentang evaluasi dalam proses pendidikan, selain itu juga tentang fungsi, tujuan, sasaran, dan prosedur evaluasi hasil belajar dan pembelajaran. Dalam evaluasi hasil belajar disebutkan pula kaidah-kaidah penulisan untuk tiap-tiap bentuk soal. Evaluasi hasil belajar berfungsi untuk diagnostik dan pengembangan, seleksi, kenaikan peringkat belajar, serta penempatan siswa. Tujuan dari evaluasi-evaluasi tersebut adalah guna meningkatkan kualiatas hasil belajar siswa.

            Masalah-masalah Belajar yang dibahas pada bab tujuh berkaitan juga dengan bab tiga tentang Motivasi Belajar. Namun pada bab ini lebih ditekankan pada penjelasan tentang masalah pada pembelajaran yang berupa masalah ekstern dan intern, dijelaskan juga tentang penyebab timbulnya masalah-masalah pembelajaran dan alternatif pemecahan masalah-masalah tersebut. Sedangkan guru dalam bab ini diharapkan memiliki kemampuan melakukan penelitian secara sederhana agar dapat menemukan masalah-masalah belajar dan memecahkan masalah tersebut dalam rangka peningkatan kualitas belajar siswa.

            Bab delapan yaitu Pembelajaran dan Pengembangan Kurikulum sebenarnya adalah inti dari bab-bab sebelumnya. Dengan adanya pengembangan kurikulum, pendekatan pembelajaran, evaluasi belajar dan pembelajaran, serta pemecahan masalah pembelajaran dapat tercapai dengan mudah. Karena setiap kegiatan pembelajaran guru berpangkal pada suatu kurikulum, begitu juga dalam proses pembelajaran guru juga berorientasi pada tujuan kurikulum, hal itu menunjukkan bahwa dalam tugas pembelajran dipersyaratkan agar guru memahami kurikulum.

            Kedelapan bab dalam buku Belajar dan Pembelajaran ini berupa pengarahan bagi para calon guru agar nantinya menjadi guru yang profesional dan dapat mengikuti perkembangan jaman terutama dalam bidang pendidikan.

Selasa, 21 April 2015

RESENSI BUKU

JUDUL RESENSI :
KARTINI DAN EMANSIPASI BANGSA
IDENTITAS BUKU
Oleh : Willy Al Yoga ( Admin PBG Tuban )
Judul Buku       : Emansipasi, Surat-surat kepada Bangsanya 1899-1904
Penerjemah     : Sulastin Sutrisno
Penerbit           : Jalasutra
Cetakan           : I, Yogyakarta 2014
Tebal               : xxvii + 578 Halaman
ISBN                : 978-602-8252-96-6

ULASAN BUKU
Membaca Kartini dalam buku ini, kita akan mendapat banyak pencerahan terhadap sosok tangguh yang selalu diperingati setiap  April oleh bangsanya. Buku terjemahan Door Duisternis Tot Licht ini,  pertama kali terbit dengan judul Surat-surat Kartini : Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya, 1979, Jakarta: penerbit Djambatan.
 Sebagai anak priayi yang terkungkung adat feodalisme dan kolonialisme ia memberontak. Pembebasan lewat ide yang dituangkan kepada sahabat-sahabatnya di seberang, ia tempuh. Mulai Zeehandelaar, Nyonya Ovink-Soer, Tuan dan Nyonya R.M. Abendanon-Mandri, dan banyak lagi yang lain. Semua pendapat tentang hak, kekayaan budaya bangsanya, pandangan tentang kemajuan, sampai ketidaksetujuan terhadap sikap Bangsa Eropa juga berani ia kemukakan. Tak berlebihan jika dari hasil baca surat-suratnya, kita mendapati contoh ketangguhan seorang perempuan Jawa (Indonesia) yang multitalenta. Ia seorang pemikir, penulis, seniman dan juga penebar kasih sayang pada sesama.
Surat yang tersusun apik mulai 25 Mei 1899 hingga 7 September 1904 itu tak ada yang dihilangkan atau diringkas sesuai yang dikumpulkan R.M. Abendanon-Mandri. Surat pertama ia tujukan kepada nona E.H. Zeehandelaar ( Kartini selalu menyebutnya Stella). Surat yang berlembar-lembar itu banyak berisi luapan keinginan untuk saling bertukar pikiran. Diantaranya tentang kebebasan dan kritik terhadap Peradaban Barat tentang candu, minuman keras, dan madat. Tak canggung pula ia ungkapkan cita-cita besar dalam hal pendidikan kepada sahabat barunya tersebut. Begitupun juga surat-surat kepada sahabat-sahabat lain.
Dari surat-suratnya kita tahu bahwa Kartini adalah manusia biasa. Dengan segala keterombang-ambingannya ia menginginkan perubahan dan kemajuan. Jalan penuh liku diterjangnya. Tak jarang halangan justru datang dari keluarga dan orang-orang yang dibelanya. Di awal perjuangannya, hanya sang ayah dan seorang kakak lelakinya yang sangat mengerti dan mendukung Kartini. Jalan  pendidikan dan pengajaran ia tempuh. Ia pun yakin semua akan tercapai, tapi belum tahu kapan waktunya. Semuanya dimulai dari pendidikan perempuan. Perempuan sebagai pendidik pertama bagi generasinya.  Melalui Nota kepada pemerintah tertanggal 19 April 1903, Kartini dan Roekmini (adiknya) memperjuangkan pendidikan perempuan, juga pendidikan Bangsanya.
Usaha keras yang telah membuahkan hasil untuk belajar di Belanda dan Betawi tidak diambilnya.  Ia memilih untuk segera mulai berjuang dalam dunia pendidikan, merintis sekolah bersama Roekmini. Semua itu juga ada pengaruh bujukan Abendanon untuk tidak meninggalkan Bangsanya. Alasannya, nanti akan kesulitan mencapai cita-cita akibat anggapan negatif bangsa sebagai orang asing. Kartini telah menetapkan pilihan untuk menjadi istri Bupati Rembang. Ia bertekat  bersama sang suami yang mempunyai pandangan dan cita-cita yang sama ia akan melanjutkan cita-citanya. Namun takdir menghentikannya setelah kurang lebih setahun kebersamaan dengan suami, keluarga, dan anak pertamanya (R.M. Soesalit) yang baru berusia 4 hari.
Buku ini merupakan kumpulan surat-surat Kartini yang dilengkapi pikiran yang dikutip dari surat-surat yang tidak diumumkan. Dilengkapi dengan nota kepada pemerintah tentang pendidikan dan artikel bertajuk “Berilah Orang Jawa Pendidikan”, semakin menajamkan perjuangan Kartini terhadap emansipasi. Emansipasi perempuan dan emansipasi bangsa melalui pendidikan. Dari segi penerjemahannya, Sulastin diberi kepercayaan oleh kementerian Cultuur Recreatie en Maatschappelijk Werk di Den Haag atas saran Drs. Rob Nieuwenhuys dan melalui kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Jakarta untuk menerjemahkan dokumen penting tersebut. Begitu juga interaksi penerjemah dengan orang-orang yang dekat dan mengetahui riwayat hidup Kartini serta sahabat-sahabat penanya, menjadikan buku ini lebih berkualitas.
Kemudahan informasi yang disampaikan juga karena didukung penggunaan bahasa dan penyesuaian dengan konteks kekinian. Dengan Bahasa Indonesia yang komunikatif, Bangsa “Jawa” diganti dengan “bangsanya” karena sebenarnya yang didamba Karrtini adalah kemajuan seluruh bangsa Indonesia. Buku ini juga cocok dibaca oleh berbagai  kalangan mulai remaja, ilmuwan, seluruh bangsa yang menghargai sejarah dan perjuangan. Kalimat-kalimat semangat  yang ada sangat bermanfaat bagi pembaca yang ingin mendapat ruh perjuangan Kartini. Semuanya dapat diambil hikmahnya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Desain yang formal sedikit menjadi kekurangan karena benar-benar hadir sebagai buku sejarah bak kitab suci bagi kata “emansipasi”. Namun dengan keingingintahuan pembaca, semangat membara Kartini dapat ditangkap mulai dari gambar Kartini dengan segala pernik animasi sampai rangkaian kata yang berwujud ideologi. Dari karya besar ini, kita bisa tahu secara lengkap rekam jejak budaya literasi yang digaungkan Kartini.Tak berlebih juga jika harapan itu dapat berimbas pada setiap generasi hingga kini dan nanti demi kemajuan bangsa.

Jika ingin membaca buku ini anda  dapat menemukannya di Perpustakaan PBG Tuban Jl.Panglima Sudirman 283, dan masih banyak lagi koleksi buku lainnya...

Rabu, 11 Maret 2015

LOMBA PENULISAN KARYA ILMIAH
PUSAT BELAJAR GURU TUBAN
TAHUN 2015


I.                 PENDAHULUAN
            Guru sebagai pendidik professional harus memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan ahlak mulia. Guru harus memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat. Dengan demikian guru harus memiliki kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian dan sosial dalam mengembangkan mutu kinerja mereka. Dengan berperan aktif dalam berbagai kegiatan ilmiah, guru akan senantiasa dapat mewujudkan cita-cita luhur bangsa yang tertera dalam Undang-Undang Dasar 1945, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dan fungsi pendidikan nasional yang tercantum dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional yakni mengembangkan kemampuan dan membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
            Pusat Belajar Guru, merupakan unit akademis yang bertujuan untuk menyediakan dukungan dan layanan kepada para guru & pendidik untuk dapat meningkatkan kemampuan pedagogis serta profesionalismenya sebagai seorang tenaga pendidik.
   Sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalitas tersebut, Pusat Belajar Guru Tuban menyelenggarakan LOMBA PENULISAN KARYA ILMIAH bagi Pendidik, Tenaga Kependidikan, dan Pemerhati Pendidikan Se-Kabupaten Tuban.

II.              TEMA LOMBA:
KREATIFITAS DAN INOVASI MEMBUAT PEMBELAJARAN LEBIH BERKUALITAS

III.           TUJUAN LOMBA
1.   Memotivasi dan menginspirasi guru untuk menemukan atau menciptakan pembelajaran terbaik.
2.  Meningkatkan dan mengembangkann minat, bakat kebiasaan dan budaya guru dalam melakukan karya tulis ilmiah atau karya inovatif secara baik dan benar sebagai salah satu kegiatan dari pengembangan profesi guru.
3. Mendesiminasikan berbagai pengalaman guru yang berhasil meningkatkan mutu pembelajaran (best practice) sebagai referensi bagi guru lainnya dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas.
4.  Meningkatkan teknologi informasi dan komunikasi serta media lainnya yang berbasis kearifan local dalam proses pembelajaran.

IV.            KETENTUAN LOMBA
1.       Lomba bersifat perorangan dan kelompok (maksimal 3 orang)
2.      Hasil karya kreatifitas sesuai dengan ruang lingkup tema yang dipilih
3.       Isi Naskah lomba berupa:
a.   Upaya nyata guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang menggambarkan kreatifitas dan inovasi guru mulai dari perencanaan (PTK)
b.  Berdasarkan pengalaman nyata yang telah dilakukan peneliti untuk meningkatkan kinerja sekolah (PTS)
4.     Peserta hanya boleh mengirimkan satu karya lomba individu dan atau satu karya kelompok (maksimal 3 orang) sesuai dengan tema yang dipilih.
5.      Persyaratan administrasi:
a. Pernyataan penulis bahwa karya tersebut seluruhnya asli hasil karya sendiri, bukan plagiat dan belum pernah diikutsertakan pada lomba lain. 
b.    Biodata peserta
c.  SK terakhir menjadi guru PNS atau non PNS (guru tetap yayasan dan guru honorer pada sekolah negeri yang diangkat oleh pejabat berwenang) (guru)
d.    Identitas yang masih berlaku.
e.    Lembar pengesahan naskah lomba oleh kepala sekolah.
6.       Naskah lomba dikirim kepada panitia lomba dengan ketentuan sebagai berikut:
a.    Diketik menggunakan kertas ukuran A4 dengan ketikan 1,5 spasi dengan huruf ukuran 12, serta  jenis huruf Times New Roman.
b.    Maksimal 20-40 halaman (selain lampiran)
c.    Dijilid dan diberi sampul
d.    Kerangka penulisan naskah lomba terdapat pada lampiran.
e.    Wajib disertai dengan soft copy naskah lomba
f.    Naskah lomba dan bukti fisik lainnya di masukkan ke dalam sampul, pada pojok kiri atas sampul ditulis “Lomba Penulisan Karya Ilmiah Tahun 2015”
g.    Bagi peserta yang ditetapkan sebagai finalis lomba, membawa bahan presentasi berupa file dalam VCD  atau bentuk lain untuk dipresentasikan dan rekaman audio visual karya lomba.
7.  Naskah lomba dan atau rekaman audio visual finalis menjadi milik panitia dan hak penerbitan berada pada Pusat Belajar Guru Tuban.

V.               RUANG LINGKUP LOMBA
            Bidang kegiatan yang dilombakan pada Lomba Penulisan Karya Ilmiah 
          Tahun 2015:
1.      Hasil Penelitian Eksperimen, Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan PTS.
2.  Best Practice tentang kegiatan yang telah dilaksanakan dalam menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi.
3.      Karya inovatif yang digunakan dalam proses pembelajaran berupa:
a.       Penerapan Teknologi Tepat Guna 
Karya teknologi tepat guna yang berbasis kearifan lokal merupakan karya hasil  rancangan/ pengembangan/ percobaan dalam  bidang  sains dan atau
teknologi yang dibuat atau dihasilkan dengan menggunakan bahan, sistem, atau metodologi tertentu dan dimanfaatkan untuk melaksanakan pembelajaran pada mata pelajaran yang diampu.
b.      Membuat/memodifikasi alat pelajaran/peraga/praktikum
1)      Alat pelajaran
Alat pelajaran adalah alat yang digunakan untuk membantu kelancaran proses pembelajaran/bimbingan pada khususnya dari proses pendidikan di sekolah untuk digunakan pada mata pelajaran yang diampu.
2)      Alat peraga
Alat peraga adalah alat yang digunakan untuk memperjelas konsep/ teori/cara kerja tertentu yang dipergunakan dalam proses pembelajaran atau bimbingan pada mata pelajaran yang diampu.
3)     Alat praktikum
Adalah alat yang digunakan untuk praktikum pada mata pelajaran yang diampu.
c.       Menciptakan dan atau mengembangkan karya seni sesuai dengan mata pelajaran yang diampu

VI.            ASPEK YANG DINILAI
1.      Keaslian atau orisinalitas hasil karya lomba
2.      Bersifat kreatif dan inovatif
3.      Karya mengarah pada  unsur spesifik/khas
4.      Kesesuaian dengan karakteristik peserta didik
5.      Kesesuaian dengan situasi/kondisi tempat guru bertugas (kearifan lokal)
6.      Kebermanfaatan dalam proses pembelajaran
7.      Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi
8.      Memenuhi aspek APIK (asli, perlu, ilmiah, dan konsisten).


VII.         PERSYARATAN
1.      Karya belum pernah menjadi pemenang dalam lomba sejenis.
2.  Karya belum pernah dipublikasikan dalam media dalam kurun waktu 2 (dua tahun) terakhir.
3. Karya tulis yang memenuhi syarat akan dipilih 6 besar untuk mengikuti babak presentasi/seminar.
4.     Karya tulis yang masuk 10 besar terbaik berhak untuk dipublikasikan melalui jurnal ilmiah PBG Tuban.

VIII.      KEJUARAAN DAN HADIAH
1.      Pemenang kategori individu:
a.       Juara 1 hadiah Rp 1.500.000,00
b.      Juara 2 hadiah Rp 1.000.000,00
c.       Juara 3 hadiah Rp 750.000,00
2.      Pemenang kategori Tim: Juara 1 hadiah Rp 1.500.000,00
3.      Finalis dan Peserta menerima piagam penghargaan dari Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olah raga Kabupaten Tuban.

IX.            WAKTU PELAKSANAAN DAN KETENTUAN PESERTA
1.      Lomba dibuka sejak tanggal 15 Pebruari - 15 Juni 2015,
2.      Penjurian tanggal 16 - 20 Juli 2015
3.      Seminar Finalis 24 - 25 Juni 2015
4.      Pengumuman tanggal 30 Juni 2015.
5.      Penerbitan Jurnal: Juli 2015.

X.               MEKANISME REGISTRASI DAN PENGUMPULAN KARYA
1.      Naskah karya PTK/PTS dikirimkan kepada: Panitia Lomba Penulisan Karya Ilmiah Pusat Belajar Guru Tuban Jl. Panglima Sudirman No 283 Tuban, dan soft copy file dikirim ke E-mail: pbg_tuban@yahoo.com. Penerimaan naskah lomba paling lambat tanggal 15 Juni 2015 (cap pos dan e-mail pukul 24.00 wib).
2.      Peserta mengirimkan karya tulis dalam bentuk hard copy sebanyak 3 rangkap via pos atau dikirim langsung. Jika telah mengirim karya diharapkan konfirmasi   ke   081553737238 dengan   format:    Nama  Peserta /Ketua Tim_Unit Kerja/Instansi. Judul Karya. Selain itu, peserta mengirim soft file karya tulis dalam bentuk pdf dengan format nama file sebagai berikut: Nama Pesrta/Ketua Tim_Unit Kerja/Instansi_ 3 Kata Pertama dari Judul Karya (Contoh: Andri_SDN Kebonsari II_ Peningkatan Prestasi Belajar), file dikompres ke bentuk zip/rar dan dikirim via e-mail ke E-mail: pbg_tuban@yahoo.com.
3.      Karya tulis dan berkas kelengkapannya dimasukkan dalam amplop coklat tertutup, di sudut kiri atas amplop ditulisi “LOMBA PENULISAN KARYA ILMIAH PBG TUBAN TAHUN 2015”.

XI.            SUSUNAN PANITIA LOMBA PENULISAN KARYA ILMIAH
a.         Pelindung               : Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan olah raga Kab Tuban
b.         Penanggung jawab: Fathul Muin, M. Pd.
c.         Ketua                     : Ismail, S. Pd., M. Pd
d.        Sekretaris               : 1. Rita Fatmawati, S. TP.
                2. Syamsul Effendi, S.T.
e.         Bendahara             : Dra. Muniroh

f.          Seksi Publikasi      : 1. Ponco Bagyo S, ST.
                                                   2. Dudung Kusno Adi, ST.
                                                   3. Dra. Dewi Insani, M.Pd.
                                                   4. Vera Khairun Nissa, M.Pd.

g.         Juri Lomba             :
1.    Sumarno, SH, M.Hum (Diknas)
2.    EMCL
3.    PSF-SDO
4.    DR. Dian Supiana, M.Pd. 
     (Universias PGRI Ronggolawe Tuban).

h.         Penyeleksi Naskah Awal:
1.    Fathul Muin, M. Pd.
2.    Ismail, S.Pd., M.Pd.
3.    Drs. Sucandi, M. Pd.
4.    Drs. M. Choirur Rofiq, M. Pd.
5.    DR. Zaenal Arifin, M. Pd.
6.    Umirindiyah, S.Pd., MM.
7.    Yatiningsih, S.Pd., M.Pd.
8.    Tri Erni H, M. Pd.
9.    Dra. Kasriatin, M. Pd.


XII.         PENUTUP
Demikian Panduan Lomba Penulisan Karya Ilmiah ini dibuat dengan harapan dapat digunakan sebagai pedoman untuk pelaksanaan lomba. Kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan bantuannya guna mendukung suksesnya kegiatan tersebut.